Di dalam perjalanan bangsa israel dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian mereka selalu mengalami kebaikan dan mujizat Tuhan yang dinyatakan di depan mereka. Tapi mereka tetap saja dihantui oleh ketakutan karena mata mereka terus tertuju kepada kesukaran di padang gurun dan juga pasukan Firaun yang mengejarnya. Musa pun harus mengingatkan mereka berulang-ulang, "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." (Keluaran 14:13-14). Mesir yang dimaksud adalah kebiasaan buruk kita, atau dosa-dosa kita dimasa lalu yang selalu membuat kita merasa tidak sanggup.
Tidak ada kata terlambat untuk berbenah dan berubah! Mulai hari ini dan seterusnya kuncinya "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman," (Ibrani 12:2). terus percaya kepadaNya dengan mengarahkan mata, hati dan pikiran kita hanya kepada Yesus dan bukan kepada masa laku dan kegagalan kita, karena dia tidak pernah meniggalkan kita.
Mengapa kita harus mengarahkan mata, hati dan pikiran kita hanya kepada Tuhan? supaya kita tidak mengalami ketakutan dalam menjalani hidup ini. Namun bila pandangan kita terus tertuju kepada situasi dan kondisi yang ada, bahkan kegagalan kita di masa lalu, kita akan mudah sekali takut. Ingat! Ketakutan adalah musuh dari iman dan merupakan roh yang harus kita kalahkan.
Fokus yang lemah akan membuat pandangan kita kabur untuk menggapai tujuan. Fokus yang tidak jelas akan membuat kita bingung dalam menjalani perlombaan. Fokus yang salah akan mengarahkan kita kepada akhir yang salah. Hari ini marilah kita sama-sama memastikan kembali apakah kita sudah berada pada jalur yang tepat dengan mengarahkan mata kita untuk tertuju kepada Kristus. Paulus dengan tegas berkata "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14). Inilah bentuk fokus yang harus kita jadikan contoh.
Jangan sampai kita terus terhambat oleh pengalaman dan dosa-dosa masa lalu kita, tetapi fokuslah ke depan kepada Kristus. Seberat apapun masa lalu kita, sudah saatnya untuk kita tinggalkan. Jangan menoleh lagi ke belakang, tapi arahkanlah ke depan. Yesus sendiri berkata "Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." (Lukas 9:62).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar